Sabtu, 02 Juli 2011

Mempunyai  web  adalah gampang-gampang  susah. Membutuhkan  konsistensi  dan managemen  yang berkelanjutan. Jika tidak maka web tersebut akan ‘mati’ ditengah-tengah belantara dunia maya. Bahkan dalam beberapa kasus, web memberikan bad image karena tidak pernah diupdate atau tidak diurus.
Pepatah bilang memelihara lebih susah daripada membuat. Membuat web atau blog  bisa dibilang  mudah  bahkan  sangat gampang  (dalam spesifikasi tertentu), cukup sedikit mengerti bahasa Inggris dan waktu beberapa menit sudah bias selesai. Tetapi memeliharanya agar tidak ‘sekedar’ hidup dan dikunjungi pengunjung setia adalah tidak mudah. Sebuah  website  yang ‘sukses’  adalah  web  yang  mampu  membius  para pengunjun (netter)  untuk  selalu  ingin  berkunjung  kembali.  Web  yang  apik merupakan kombinasi desain dan content yang dinamis, tidak bisu  (menjawab semua masukan) dan tidak lama jika dibuka (loading). Berikut ini beberapa tips agar web kita dapat tampil ‘menawan’ dan membuat betah pengunjung.
1.     Tujuan yang jelas 
Salah besar! jika sobat hanya ingin sekedar tampil atau mempunyai web. Sebuah web tanpa tujuan dan arah yang jelas/fokus hanya akan membuat bingung  dan  kecewa  pengunjung. Selanjutnya  sang  pemilik  akan  patah semangat. Definisikan terlebih dahulu apa yang ingin ditampilkan, siapa audience  dan  apa  targetnya.  Jika  dibangun  dengan  team,  maka  duduk bersama dan menuangkan ide dalam dokumentasi rencana adalah hal wajib. Contoh  tujuan sebuah  web  adalah  :  company  profile,  menjual  produk, tutorial, komunitas, blog, pencarian, program dsb.
2.    Kriteria Web
Menurut ADAS (Academy of Digital Arts & Sciences) sang penyelenggara Webby  Awards memberitahukan bahwa  ada 6  kriteria yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah web. Yakni :
1.  Content
Content  atau  isi  merupakan  jantung  dari  sebuah  web.  Denyutan jantung sama dengan isi yang yang selalu berganti  (dinamis) dan segar karena selalu uptodate. Sebuah situs yang tidak pernah update berarti  ‘mati’. Seolah menjadi bangkai di belantara internet. Gaya bahasa dan model penulisan tidak harus sesuai aturan, akan lebih baik disesuaikan dengan tema web dan target audience. Sebuah web berita  dapat  juga  mengambil  content  dari  media  lain (dengan
ketentuan) atau ber-partner secara resmi.
2.  Struktur dan Navigasi 
Struktur dan navigasi adalah peta sekaligus menu penunjuk jalan. Inilah pentingnya sebuah konsep perencanaan, karena siftnya jarang sekali diubah, maka harus dipikirkan dengan matang. Selain itu harus konsisten, jika ternyata sangat  beragam isinya maka perlu dikelompokkan. Syarat menu atau navigasi yang baik : mudah dipelajari, konsisten, label dan teks jelas untuk dipahami, menawarkan alternatif lain tapi tidak   membingungkan. Merupakan hal   yang   baik,   jika kita menawarkan  pilihan model  animasi  (high  bandwith) dan  pilihan biasa (low bandwith).
3.    Desain Visual
Tampilan merupakan hal utama. Kesan pertama haruslah ‘menggoda’ sehingga netter akan bersemangat untuk menjelajahi content yang sudah tersedia. Tampilan tersebut juga harus relevan dengan tema serta berukuran sekecil mungkin. Ingat! Netter seringkali tidak cukup waktu untuk menunggu, jika terlalu lama maka tombol ‘close’ atau berpindah  web  akan  dilakukan.  Apalagi  bagi  netter  yang  sangat mementingkan bandwith seperti lewat seluler atau lokasi terpencil. Desain visual merupakan perpaduan pemilihan warna, gambar, text dan  layout  yang  cantik.  Efek  animasi  juga  dibutuhkan,  asalkan proporsional.  Kalo  memang  bias dengan  file.gif,  kenapa  harus memakai flash?.Jangan lupa munculkan ide orisinil dan professional. Simple  and clean  juga  bagian  dari  sebuah  design  yang nge-tren. Contohnya  desain  web  Google  dan  Yahoo,  tidak  membosankan bukan?
4.    Fungsionalitas
Maraknya  browser     (alat  utama  untuk  menikmati  web)  menjadi momok tersendiri bagi pembuat web. Karena netter pasti ingin situs yang dikunjungi harus sama tampilan desain dan fungsi-fungsinya pada browser yang berbeda. Browser yang populer saat ini adalah : Firefox,  IE,  Opera,  Safari  dan  Nestcape.  So  jangan  lupa  untuk mengetes  dengan  alat-alat  diatas.  Lebih  bagus  juga,  cantumkan browser apa yang bisa menampilkan secara maksimal isi dan fungsi web sobat.
5.    Interaktivitas
Sobat mestinya tidak ingin kalau webnya hanya seperti koran atau brosur statis, bisu dan membosankan. Maka aspek interaktif sangat diperlukan yakni : link dan feedback. Dengan saling menampilkan link  atau  related  link  maka  situs  terkesan  tidak  hidup  sendirian.
Dengan adanya feedback, menunjukkan bahwa web menyediakan kolom  input  dari  pengunjung  baik  berupa  saran,  cacian  dan penghargaan. Seringkali hal sepele menjadi kesalahan besar, seperti feedback  yang  nggak  pernah  ditanggapi.  Dan  menampilkan  link ‘dalam perbaikan’    adalah pekerjaan percuma alias membuat netter kecewa. So tidak mungkin seorang yang telah dikecewakan akan kembali bukan? Contoh-contoh modul interaktif dalam web adalah  : chat, forum, search, tools, commerce dsb. Tidak harus  semua dijejalkan pada suatu  web  tetapi  pilih  mana  yang  proporsional  dan  sesuai kemampuan dan tujuan awal situs dibuat.
6.     Overall Experience
Tidak semua bagian situs menarik, pasti ada tempat-tempat favorit yang ditunggu dan dilihat netter. Maka analisis dan kenalilah bagian mana dari situs sobat    yang banyak penggemarnya.
Seorang  netter  yang  merasa  ‘terkesan’  dengan  sebuah  situs  akan melakukan  hal-hal  antara  lain:  memberitahukan  kepada  teman, mengingat/mencatat    alamat    domain,    mem-bookmark    atau memberikan feedback.
3.     Tempat Hosting yang terjamin
Ini  tidak  berlaku  bagi  web  yang  dikelola  dalam  server  sendiri.  Hosting merupakan tempat yang kita sewa untuk menyimpan web dan database yang telah kita buat. Sewa yang ditawarkan penyedia jasa hosting biasanya dalam waktu bulanan dengan spesifikasi tertentu seperti : space, bandwith, mail, pop3, database, milist, report dsb. Jangan  pernah  tergiur  harga  yang  terlalu  murah!  Karena  bisa  jadi penyedianya tidak jelas. Dan jangan lupa fasilitas Control panel sebagai pusat pengaturan web haruslah mudah dipahami.
4.  Nama Domain
Memilih nama domain sebaiknya tidak sembarangan. Karena dengan nama itulah kita akan diingat oleh pengunjung web selamanya. Jika kita memilih nama yang susah diingat atau membuat pengunjung berpotensi ‘salah’ ketik maka  dipastikan  pengunjung  berkurang  atau  bisa  tersesat.  Termasuk menghindari  kode “-“,”_”  dalam  pemilihan  nama  domain  kecuali  jika terpaksa. Akhiran domain disesuaikan dengan content web yang dibuat. Jika sebuah web yayasan atau organisasi mustinya berakhiran dengan  .org atau or.id. Untuk content yang general atau berbau bisnis, .com adalah pilihannya. Disarankan untuk membeli nama domain dengan menyewa hosting dalam tempat berbeda. Ini dimaksudkan agar kita bisa mengelola domain dan hosting secara terpisah sehingga tidak ada ketergantungan dengan pihak lain.
Semoga Bermanfaat. Walaupun jauh dari sempurna


Sebuah website sebenarnya adalah kumpulan file atau dokumen yang tersimpan dalam suatu server (Komputer khusus yang selalu terhubung dengan internet). Setiap file mempunyai alamat masing-masing yang dinamakan URL (Uniform Resource locators). Jika anda ingin mempunyai sebuah website, maka yang anda butuhkan adalah :
1.                             File Website : Bahasa yang paling mudah untuk membuat sebaua file website adalah HTML (Hyper Text Mark up Language). Walaupun anda tidak tahu sama sekali tentang bahasa HTML, anda pun masih bisa membuat file website sederhana dengan menggunaka software pengola kata yang biasa seperti Microsoft Office Word, Microsoft Office Excell atau Openoffice untuk Linux. Anda hanya tinggal menyimpan file anda dalam bentuk dokumen dengan ekstensi .html dengan cara menekan tombol “save as” lalu pilih format file .html. Tapi anda harus memberi nama file anda dengan index.html jika anda ingin agar file anda tersebut menjadi halaman pertama dari website anda.
2.                             Alamat Website (URL = Uniform Resource Locator) : Ada 4 bagian penting dari URL. bagian yang pertama adalah protokol yang biasanya kita tahu sebagai http:// yang artinya Hyper Text Transfer Protocol. Bagian yang kedua adalah nama domain (kadang subdomain ikut disertakan juga) seperti www.domain.com atau www.subdomain.domain.com. Bagian yang ketiga adalah Directory seperti directory di komputer anda, di mana dokumen di simpan di area tertentu. bagian yang ke empat adalah nama file seperti index.html atau fileku.html. Berikut ini adalah contoh alamat lengkap dari sebuah file website http://www.domain.com/directory/fileku.html.
3.                             Pemandu Website (Hosting): Anda butuh sebuah server untuk menjadi pemandu (host) dari website anda. Terkadang anda harus membayar sebuah perusahaan penyedia layanan hosting untuk menyewa ruang di server mereka dan membeli alamat website anda, tapi dalam Tutorial Website Gratis ini, anda akan belajar bagaimana caranya untuk membuat website tanpa harus membayar apapun untuk membeli alamat & ruang hosting. Setelah anda mempunyai ketrampilan yang cukup untuk membuat website anda sendiri dengan bagus, anda bisa mencoba untuk membelinya dan anda dapat mencari webhosting tangguh yang termurah dengan menggunakan fasilitas search engine mbah Google.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar